Selasa, 03 Januari 2012

Karya Sastra Chairil Anwar

Chairil Anwar adalah penyair terkenal di Indonesia sampai saat ini. Dia merupakan legenda dalam menciptakan puisi yang sangat bagus. Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922 lalu hijrah dan menetap di Jakarta.

Berikut ini merupakan beberapa karya Chairil Anwar yang sampai saat ini masih sangat disukai oleh pecinta puisi Indonesia.
DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
AKU
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949

Sinonim dan Antonim

Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi).
  1. Sinonim mutlak: kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat. Contoh:
    • kosmetik = alat kecantikan 
    • laris = laku, larap 
    • leksikografi = perkamusan 
    • kucing = meong 
  2. Sinonim semirip: kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja. Contoh:
    • melatis = menerobos  
    • lahiriah = jasmaniah 
  3. Sinonim  selingkung: kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal. Contoh:  lemah = lemas 

Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.

  1. Antonim berpasangan: kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya. Contoh:
    • (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
    • istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
    • pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)
  2. Antonim melengkapi: kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh:
    • pertanyaan >< jawaban
    • mencari >< menemukan
  3. Antonim berjenjang: kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh:
    • dingin >< hangat >< panas
    • kaku >< lentur >< elastis
    • mahal >< wajar >< murah

Selasa, 20 Desember 2011

Pergeseran Makna Kata

Dalam perkembangan penggunaannya, kata sering mengalami perubahan makna. Perubahan tersebut terjadi karena pergeseran konotasi, rentang masa penggunaan, jarak, dan lain-lain. Namun yang jelas, perubahan-perubahan tersebut ada bermacam-macam yaitu: meluas, menyempit, ameliorasi, pevorasi, sinenstesia dan asosiasi. 
• Meluas
Meluas artinya cakupan mkana kata dewasa ini lebih luas daripada masa lalu. Kata-kata yang digunakan untuk menyebutkan hubungan keluarga atau hubungan darah seperti Ibu, Bapak, Kakek, Nenek saat ini kata-kata tersebut sudah digunakan secara meluas. Kata-kata tersebut tidadk lagi digunakan untuk orang yang mempunyai hubungan keluarga saja, melainkan banyak digunakan pada orang yang tidak memiliki hubungan keluarga.
• Menyempit
Menyempit artinya cakupan makna dewasa ini lebih sempit daripada masa sebelumnya. Contohnya kata Sarjana, saat ini digunakan hanya untuk memberi gelar pada seseoranga yang telah lulus dari perguruan tinggi denagan jenjang S1. padahal awalnya kata sarjana diberikan untuk menyebut orang yang panddai dan cendikiawan.
• Ameliorasi
Ameliorasi merupakan pergeseran makna yang kini memiliki nilai rasa lebih baik atau lebih terhormat. Contohnya istilah pramuwisma, pramuniaga, tuna aksara, tuna netra mempunyai kesan lebih sopan atau terhormat daripada kata pembantu, pelayan toko, buta huruf dan buta.
• Peyorasi
Peyorasi merupakn kebalikan dari ameliorasi, yaitu pergeseran makna yang berkesan kurang sopan atau kurang hormat. Contohnya bekas karyawan terkesan lebih kasar dari mantan karyawan. Kata perempuan terasa lebih hormat daripada wanita.
• Sinestesia
Sinestesia adalah pergeseran makna kata karena adanya penginderaan yang dipertukarkan. Contohnya dia tersinggung mendengar kata-katanya yang pedas. Sesuatu yang seharusnya dirasakan oleh lidah, pada kalimat tersebut diperuntukkan untuk telinga.
• Asosiasi
Asosiasi adalah pergeseran makna yang menimbulkan asosiasi karena adanya persamaan sifat. Contoh pada kata wartawan amplop dan anggota DPR tukang stempel yang berasosiasi uang sogok dan pasif.

About Me ..

Nama  : Sri Wulan Septiani
Kelas  : 3 Bahasa
NIM   : 0903355
TTL    : 28 September 1991
Kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia
Jurusan S1 PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Teruslah semangat untuk meningkatkan keterampilan berbahasa!!!
Semangatttttttttttttttt !!